Minggu, 30 November 2014

ARTIKEL KEHIDUPAN

Namaku arifin widyanto,aku terlahir dari keluarga yang sederhana.Ayahku hanyalah seorang pekerja bangunan dan ibuku penjual kue-kue tradisional.sekarang aku duduk di kelas 3SMK yang berjurusan otomotif,untuk bersekolah aku tidak seperti temen-temanku yang hanya sekolah minta uang saku,sekolah pun terkadang hanya bermain-main saja.sejak smp aku merasakan susahnya mencari uang,aku ikut ayahku bekerja sebagai seorang kernek bangunan.Untuk bekerja dan sekolah aku membagi waktu,jam delapan sampai sebelas aku bekerja .setelah itu aku pulang untuk bersiap-siap sekolah. karna sekolahku masuk jam satu siang jadi aku bisa istirahat sebentar. lelah sudah pasti aku rasakan,terkadang terbesit dalam benakku aku ingin seperti teman-temanku yang hanya meminta ini itu kepada ayahnya tanpa mereka tahu bagaimana rasanya mencari uang,aku iri pada mereka yang bisa membeli apapun yang mereka mau tanpa mengeluarkan sedikit keringat hanya tinggal bilang pada ayah mereka.tapi aku juga bangga pada diriku,aku membeli apa yang aku mau dari hasil keringat aku sendiri,meski dalam seminggu aku hanya dibayar 100rb.sebenarnya dalam seminggu aku mendapatkan bayaran 400rb tetapi aku tidak mau,bagiku membuat ayahku senang dengan kerjaanku sudah mengganti uang 400rb. Umur 49tahun bukanlah umur yang muda dan kuat lagi,sering kali ayahku merasakan sakit karena kelelahan tapi ayah tidak peduli dengan rasa sakit itu,ia tetap bekerja.meski hujan turun ia juga tetap bekerja karena kecintaanya pada pekerjaan itulah yang kadang membuatnya sakit.aku bukanlah anak tunggal ,tetapi aku mempunyai seorang kakak perempuan dan kakak laki-laki.aku lebih dekat dengan kakak perempuanku sering aku bercerita pada dia tentang keluh kesahku.begitu juga dengan dia,sering dia memceritakan tentang kisah cintanya .saat dia bercerita aku harus memberinya dia masukan,tapi aku binggung karena aku belum pernah berpacaran,bagaimana aku bisa memberinya masukan, kadang aku menberi masukan yang tidak masuk akal dengan yang kakakku ceritakan.(dalam hati aku tertawa) Untuk bersekolah aku tidak seperti temen-temenku yang bisa menggunakan kendaraan. aku harus berjalan kaki sejauh 3km untuk sampai kesekolah.sebenarnya aku bisa saja naik angkutan umum untuk mencapai sekolah tapi aku pikir sayang jika aku naik angkutan umum lebih baik uang sakuku aku simpan untuk keperluan lain.saat jam istirahat juga sering temen-temanku mengajakku kekantin,tapi aku menolak bagiku lebih baik aku memakan bekal yang aku bawa dari rumah,aku tidak malu dengan teman-temanku karena aku ingat pesan kakak laki-lakiku “lebih baik malu sekarang daripada malu dimasa depan” .kerja keras yang selama ini aku lakukan aku yakin suatu nanti akan terbayar semuanya.aku punya planning untuk kedepan,jika aku sudah bekerja aku akan membujuk ayahku agar tidak bekerja lagi,aku juga ingin bekerja diperusahaan ternama dan membuat orang tuaku bangga,setelah itu aku akan melanjutkan sekolahku. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar